Pengaruh Terapi Psikoedukasi terhadap Kecemasan Pembelajaran Offline Siswa Kelas X di Sekolah SMAS Suluh Jakarta
The Effect of Psychoeducational Therapy on Class X Students' Offline Learning Anxiety at SMAS Suluh School, Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i9.184Keywords:
belajar offline, kecemasan, terapi psikoedukasiAbstract
Latar Belakang: Memulai kembali kebiasaan pembelajaran offline setelah 1,5 tahun diberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidaklah mudah. Siswa dan guru harus menyesuaikan diri baik dengan lingkungan dan metode pembelajaran.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi psikoedukasi terhadap kecemasan pembelajaran offline siswa kelas X di Sekolah SMAS Suluh.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan studi quasi experimental. Sampel pada Penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 69 orang. Sampel diambil dari populasi dengan teknik stratified random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner DAS-42 dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan tingkat kecemasan rata-rata sebelum terapi psikoedukasi adalah 11,71, sedangkan tingkat kecemasan rata-rata sesudah terapi psikoedukasi adalah 7,9. Didapatkan nilai p-value 0,000 dengan taraf signifikasi 0,05.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna rata-rata tingkat kecemasan sebelum dan setelah dilakukan psikoedukasi








